Pemegang saham utama BOT Finance adalah MUFG Finance and Leasing Co., Ltd. (sebelumnya bernama BOT Lease Co., Ltd), sebuah perusahaan pembiayaan asal Jepang yang merupakan anggota dari Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), salah satu grup jasa keuangan terbesar di dunia.
Didirikan pada September 1982 dengan nama PT Bumiputera-BOT Lease, PT BOT Finance Indonesia (BOT Finance) merupakan perusahaan patungan yang beroperasi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 463/KMK.013/1992 tertanggal 13 Mei 1992. Perusahaan ini dibentuk berdasarkan Akta Pendirian No. 111 tertanggal 10 September 1982 yang dibuat dan ditandatangani oleh Notaris Kartini Muljadi, S.H., serta telah mendapatkan Pengesahan dari Menteri Kehakiman No. C2-26 HT.01.01.TH.83 tertanggal 4 Januari 1983. BOT Finance adalah anggota Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan merupakan perusahaan yang terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kantor Cabang Bandung resmi dibuka.
Perubahan nama BOT Finance menjadi PT Bumiputera - BOT Finance.
Kantor Cabang Surabaya resmi dibuka.
BOT Finance melakukan transisi bisnis inti dari pembiayaan ritel menjadi pembiayaan korporat. Sebagian besar aset pembiayaannya terdiri dari alat berat, mesin, dan kendaraan.
BOT Finance mengubah namanya menjadi PT BOT Finance Indonesia.
BOT Finance secara resmi membuka Kantor Satelit di Semarang.
Pemegang saham utama BOT Finance, BOT Lease Co., Ltd, mengubah namanya menjadi MUFG Finance and Leasing Co., Ltd.
Struktur kepemilikan saham Perusahaan mengalami perubahan signifikan. PT Affirmate Bisnis Nusantara bergabung sebagai pemegang saham minoritas baru melalui akuisisi saham yang baru diterbitkan, sementara AJB Bumiputera 1912 melakukan divestasi saham dengan menjual seluruh sahamnya kepada MUFG Finance and Leasing Co., Ltd.
PT MUFG Finance And Leasing Indonesia bangga menjadi bagian dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).
PT MUFG Finance And Leasing Indonesia terus berkomitmen untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham kami.
PT BOT Finance Indonesia memiliki 4 dewan direksi yang memegang penuh keputusan untuk keberlangsungan perusahaan.
Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Presiden Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris Independen